Laman

Minggu, 26 September 2010

PRAKTIKUM PENGETAHUAN BAHAN "Telur"

I.       PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Telur. Sepintas, pasti yang terpikir di benak kita adalah telur ayam, berwarna kecokelatan. Padahal sebenarnya telur terdiri dari banyak jenis: telur ayam - baik dari ayam petelur maupun ayam kampung, telur bebek, telur puyuh, telur entog, belum lagi telur burung onta yang besarnya audzubillah untuk ukuran telur, dan masih banyak jenis telur lain.Saat ini mudah sekali mendapatkan telur, telur ayam khususnya. Harganya relatif terjangkau. Tidak heran jika pemanfaatan telur dalam kehidupan kita menjadi luar biasa beragam; dari dapur hingga├é  meja obat, telur banyak digunakan.Konsumsi per kapita telur di Indonesia, belum setinggi konsumsi per kapita bangsa lain.
Data dari Nutrition Close-Up menunjukkan konsumsi telur per kapita bangsa Jepang tertinggi di dunia, sekitar 650 butir per tahun. Masyarakat Perancis menghabiskan 510 butir/orang, Amerika Serikat 450 butir, dan Inggris 330 butir per orang per tahun. Bandingkan dengan Indonesia yang hanya 5,5 kg pertahun. Bila 1 kg telur terdiri dari 16 butir, maka konsumsi per kapita Indonesia 88 butir Sedikit sekali. Di Indonesia konsumsi protein tergantikan dengan tempe dan tahu sebagai sumber protein nabati
Mengkonsumsi telur sedikitnya 1 butir per hari sangat dianjurkan, mengingat telur adalah sumber protein dengan nilai biologis paling tinggi. Maksudnya, protein telur paling mudah diserap oleh tubuh. Telur memiliki nilai biologi 93,7 persen. Bandingkan dengan susu yang sekitar 83 persen, ikan sekitar 76 persen, dan daging 74,3 persen.Bicara telur seolah bicara protein saja. Padahal dalam sebutir telur juga terdapat berbagai vitamin dan mineral esensial yang penting bagi tubuh seperti thiamin, riboflavin. Lengkap deh, karena ada 13 jenis vitamin, termasuk vitamin A, D, E, dan B. Kandungan mineralnya juga baik karena terdapat fosfor dan zinc. Pada telur terdapat Lutein dan Zeaxanthin. Dua zat ini membantu menjaga kesehatan mata dan melindungi mata dari efek ultraviolet sinar matahari.
Selain itu, kedua zat tersebut juga mengurangi risiko terkena penyakit akibat usia lanjut, seperti kebutaan bagi orang yang berusia diatas 65 tahun. Bahkan dengan mengkonsumsi telur cukup, resiko katarak dapat berkurang secara signifikan.Selain itu, telur juga mengandung mineral selenium (Se). Para pria membutuhkan asupan selenium untuk pembentukan kualitas dan kuantitas sperma. Satu butir telur memenuhi 10% dari total kebutuhan tubuh terhadap selenium.Telur juga mengandung vitamin D yang dapat membantu penyerapan kalsium untuk pembentukan tulang. Selain itu, telur juga mengandung vitamin E. Asal tahu saja, kombinasi antara selenium dan vitamin E berperan sebagai antioksidan yang dapat mengurangi risiko kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas.Telur juga diketahui sebagai sumber vitamin B12, vitamin B6, dan folat yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh dan melindungi sel-sel saraf.
 Kekurangan vitamin B12 dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan sel-sel saraf. Wanita hamil yang kekurangan vitamin B12 mempunyai risiko anaknya akan mengalami kerusakan pada sistem saraf.Putih telur juga memiliki peran yang sangat penting mencegah penyebaran bakteri. (mlandhing, 2008).
Pemaparan diatas menunjukkan betapa pentingnya telur bagi kita. Untuk itu, kita harus pintar-pintar dalam memilih telur. Beberapa waktu yang lalu terdengar kabar bahwa ada telur yang tidak layak dikonsumsi beredar dimasyarakat khususnya jawa. Diduga telur itu adalah telur yang berasal dari bahan kimia, ada opsi yang lain yang mengatakan bahwa telur tersebut adalah telur sintesis. Telur sintesis  yaitu telur yang tidak terdapat kuning telurnya atau kuning telur bercampur dengan putih telur karena tidak terjadinya pembuahan pada sel telur tersebut. Agar tidak terjadi kesalahan ketika kita membeli dan mengkonsumsi telur, kita akan membahas banyak tentang telur pada praktiklum ini seperti sifat fisik, spesifik grafitynya dan lain-lain.
B.     Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk membedakan antara telur yang masih baru dan sudah lama (minimal 10 hari)
II.          TINJAUAN PUSTAKA
A.    Pengertian telur
Telur merupakan sumber protein hewani yang baik, murah dan mudah didapat. Di tilik dari nilai gizinya, sumber protein telur juga mudah diserap tubuh, baik untuk konsumsi anak-anak hingga lansia. Setiap 100 g telur mengandung 12-13 g protein. Selain protein, beragam vitamin, lemak dan mineral esensial juga terkandung di dalam telur (sutomo, 2007).
Telur merupakan salah satu bahan makanan yang praktis diolah dan memiliki protein yang berkualitas tinggi. Telur ayam memiliki berat sekitar 60 gram dan dengan struktur yang dibagi tiga bagian yaitu kulit telur, utih telr dan kuning telur
Dalam menjaga kelanggengan kehidupan. Hewan tertentu berkembangbiak dengan mengeluarkan telur seperti ikan, unggas, binatang melata dan sebagainya. Telur adalah hasil pembuahan sel telur pada hewan betina oleh sperma dari hewan jantan, sehingga telur merupakan calon hewan dewasa. Oleh karena itu, telur mengandung bahan-bahan dan zat-zat yang sama dengan hewan dan induknya.
Dari sekian banyak telur yang dihasilkan oleh berbagai hewan, hanya beberapa jenis telur yang bisa dikonsumi manusia, yaitu antara lain telur ayam, telur bebek, telur burung puyuh dan telur penyu.
B.    Morfologi telur
Berdasarkan asal hewannya bentuk telur bermacam-macam mulai dari hampir bulat dan lonjong. Beberapa faktor yang menimpa induk penghasil telur mempengaruhi bentuk telur, contohnya faktor turun temurun, umur induk ketika bertelur serta sifat fisiologis didalam tubuh induk. Ukuran bentuk telur biasa dinyatakan dengan indeks perbandingan antara lebar dan panjang dikalikan 100.
Disamping bentuk dan ukuran telur bermacam-macam, besar telur pun bervariasi, ada yang berat dan ada yang ringan. Contohnya dalam 1 kg telur ayam bisa berisi 17 butir atau 21 butir. Pengaruh jenis hewan juga penting , seperti telur bebek lebih besar dari pada telur ayam dan warnanyapun berbeda-beda.
Faktor-faktor yang empengaruhi besar telur diantaranya :
  1. Jenis hewan
  2. Umur hewan
  3. Perubahan musim petelur
  4. Sifat turun temurun induk
  5. Umur pembuahan
  6. Berat tubuh induk
  7. Zat-zat makanan induk
Perbedaan wana telur juga oleh jenis induk, seperti telur aya berwarna putih, kuning sampai kecoklatan, sedagkan telur bebek berwarna biru langit atau warna biru telur asin. Kadang-kadang ada telur yang berbintik-bintik hitam atau bintik-bintik lain, hal tersebut disebabkan karena adanya kapang yang tumbuh pada permukaan kulit telur.
C.    struktur telur
Beberapa  telur unggas, terkecuali telur penyu pada umumnya terbagi atas tiga bagianutama. Dari yang paling luar adalah kulit telur, putih telur (albumen) dan kuning telur (yolk). Pada telur ayam perbandingan ketiganya adalah 12.3, 55.8, 3.9, sedangkan pada telur bebek adalah 12.0, 52.6, 35.4. Didalam telur, bagian kuning telur terdapat pada bagian paling dalam, bagian ini diikat dengan putih telur oleh halaza. Kantong udara (air cell) merupakan rongga yang terdapat pada bagian tumpul isi telur. Kantng udara ini berfungsi sebagai tempat pemberi udara pada waktu embrio bernafas.Oleh karena itu, letak embrio pada telur tepat dibelakang kantong udara. Apabila kantong udara terletak dibagian runcing, maka besar kemungkinan calon ayam atau bebek tersebut akan mati didalam telur.
1.      kulit telur
Telur  unggas biasanya mempunyai kulit yang halus, kuat dan berkapur. Faktor-faktor yang pempengaruhi ketebaln kulit telur antara lain sifat turun-temurun dari induknya, musim/cuaca pembuahan, makanan induk dan faktor fisiologi lain. Contohnya ayam yang mendapat makanan dengan kandungan kalsium (Ca) yang cukup banyak akan menghasilkan telur dengan kulit yang lebih tebal.
Kekuatan dan ketebalan kulit telur menjadi pelindung isi telur dari serangan-serangan dri luar. Dalam kondisi lingkungan yang baik dan kulit tetap utuh maka isi telur akan aman dari serangan mikrobia, namun apabila ada sedikit sajakeretakan atau lubang pada kulit telur, maka isi telur akan sangat mudh terserang mikrobia.
Kulit telur terdiri dari 4 bagian utama pembentuk kulit yaitu :
  1. kutikula
  2. lapisan bunga karang
  3. lapisan mamila
  4. lapisan membrana
Kutikula adalah lapisan luar yang menyelubungi seluruh permukaan kulit telur. Lapisan ini sangat tipis, pada telur ayam dan telur bebek berkisar  3 sampai 10 mikron. Lapisan ini dibentuk oleh protein yang berupa musin (mucin). Sifat kutikula ini tidak mempunyai pori-pori terbuka, namun dapat dilalui oleh gas sehingga uap air dan gas CO2 dapat keluar dari isi telur.
Lapisan bunga karang adalah bagian terbesar dari kulit telur, letaknya dibawah kutikula. Laisan ini teriri dari protein serabut berbentuk anyaman dan lapisan kapur terdiri dari kalsiuj karbonat (CaCO3), kalsium fosfat (Ca3 (PO4)2), magnesium karbonat (MgCO3), dan magnesium fosfat (Mg3(PO4)2.
Lapisan mamila adalah lapisan ketiga pada kulit telur, lapisan ini berbentuk bongol-bongol dengan penampang bulat atau lonjong. Tebal lapisan ini lebih kurang sepertiga tebal seluruh kulit dan terdiri dari bagian amyaman protein  dan mineral.                                                                                                                         
Lapisan yang paling dalam adalah lapisan membrana yang terdiri dari dua lapisan selaput yang berbentuk seperti kertas perkamen. Ketebalannya sekitar 65 mikron. Makin kearah bagian tumpul makin tebal. Membrana yang melekat pada mamila lebih tebal daripada membrana yang berhubungan dengan putih telur.
2.      putih telur
Putih telur menempati 60 persen dari seluruh telur. Bagian tesebut dinamakan albumen yang artinya putih. Umumnya 40 persen dari putih telur merupakan cairan kental, sisanya merupakan setengah padat.
Putih telur terdri dari empat bagian yaitu :
  • lapisan luar
  • lapisan tengah
  • laisan dalam dan lapisan membrana halazipera yang besarnya 23,3 ; 57,3; 16,8 dan 2,7 persen.
Lapisan terluar dari putih telur terdiri dari cairan kental yang mengandung beberapa serat musin. Lapisan tengah putih telur dinamakan “albuminus sac”, biasanya lapisan tersebut merupakan anyaman musin berbentuk setengah padat. Sedangkan lapisan didalamnya merupakan cairan kental yang hampir mengandung musin. Pada lapisan ini terdapat membrana halazipera dan kuning telur. Lapisan halazipera adalah lapisan yang membatasi putih telur dan kuning telurnya yang membentuk serat musin  yeng terjalin seperti anyaman. Disamping itu putih telur lebih bersifat alkalis, dengan pH sekitar 7,6.
3.      Kuning telur
Kuning telur adalah embrio, khususnya yang dihasilkan oleh suatu proses pembuahan pada telur. Sehingga kuning telur merupakan bagian terpenting pada telur. Selain itu, kuning telur penuh akan zat-zat berniali gizi tinggi yang berfungsi menunjang kehidupan embrio. Bentuk kuning telur hampir bulat, berwarna kuning atau jingga dan terletak tepat ditengah-tengah telur.
D.    Komposisi telur
Khususnya telur ayam dan bebek terdiri dari air. Sedangkan bagian padatnya terdiri dari protein, lemak karbohidrat dan mineral. Komposisi putih telur dan kuning telur terdapat dalam tabel dibawah ini.
Tabel .Komposisi putih telur dan kuning telur
komposisi
Putih telur (%)
Kuning telur (%)
Air (%)
Protein(%)
Lemak (%)
Karbohidrat (%)
Kalsium (mg/100gr)
Fosfor (mg/100gr)
Besi (mg/100gr)
Vitamin A (SI)
Vitamin B1 (mg/100gr)
87,8
10,8
-
0,8
6
17
0,2
-
-
49,4
163
31,9
0,7
147
586
7,2
2000
0,27

E.     Sifat-sifat telur
Telur adalah salah satu bahan makanan yang sangat labil, artinya mudah mengalami perubahan-perubahan apabila tidak diperlakukan dengan baik, terutama bila masih dalam keadaan mentah.
Telur mentah yang dibiarkan pada waktu terbuka dalam waktu yang cukup lama akan mengalami perubahan seperti :
1.      Kehilangan atau penyusutan berat karena terjadi penguapan air dan gas CO2 dari isi telur.
2.      Penurunan berat jenis karena terjadi kehilangan berat tersebut diatas
3.      Pembesaran kantong udara, hal tersebut berkaitan pula dengan terjadinya proses penguapan air dan gas CO2
4.      Pengenceran isi telur, terjadi ketika membrana vitelina yang membatasi putih dan kuning telur sehingga kedua bagian ini tercampur.keadaan tersebut tampak ketika telur dipecahkan dan diletakkan pada bidang datar (Syarief et al, 1988).
F.     Nilai Gizi
Sebagai bahan makanan, telur mempunyai beberapa kelebihan. Telur mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh, rasanya enak, mudah dicerna, menimbulkan rasa segar dan kuat pada tubuh, serta dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan. Dalam telur itik, protein lebih banyak terdapat pada bagian kuning telur, 17 persen, sedangkan bagian putihnya 11 persen. Protein telur terdiri dari ovalbumin (putih telur) dan ovavitelin (kuning telur). Protein telur mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat.
Pada suatu penelitian dengan menggunakan tikus percobaan, diketahui bahwa telurmempunyai nilai kegunaan protein (net protein utilization) 100 persen, bandingkan dengan daging ayam (80%) dan susu (75%). Berarti jumlah dan komposisi asam aminonya sangat lengkap dan berimbang, sehingga hampir seluruh bagiannya dapat digunakan untuk pertumbuhan maupun penggantian sel-sel yang rusak.
Hampir semua lemak dalam sebutir telur itik terdapat pada bagian kuningnya, mencapai 35 persen, sedangkan di bagian putihnya tidak ada sama sekali. Lemak pada telur terdiri dari trigliserida (lemak netral), fosfolipida (umumnya berupa lesitin), dan kolesterol. Fungsi trigliserida dan fosfolipida bagi tubuh adalah sebagai sumber energi, satu gram lemak menghasilkan 9 kilokalori energi. Lemak dalam telur berbentuk emulsi (bergabung dengan air), sehingga menjadi lebih mudah dicerna, baik oleh bayi, anak-anak, maupun golongan lanjut usia (Astawan, 2008)
G.    Pemanfaatan dan Penyimpanan
Bisa jadi telur merupakan media yang cocok bagi perkembangbiakan bakteri. Namun demikian tak perlu lah antipati terhadap kemungkinan paparan bakteri ini. Yang penting kita lakukan penyimpanan dan pemanfaatan secara benar.Pilih telur yang masih segar. Biasanya lebih berat dan tidak kocak saat digoyang.
Cara lain adalah memanfaatkan cahaya untuk menerawang telur. Telur yang segar tak memiliki kantong udara yang bisa terlihat saat diterawang dengan cahaya. Cara lain adalah memanfaatkan air. Masukkan telur dalam air yang cukup. Telur segar akan tetang tenggelam di bawah dengan posisi ‘tidur’. Sedang telur yang kurang bagus biasanya mengambang.Simpan telur dalam kulkas. Tak perlu dicuci dulu, karena sebenarnya saat ayam bertelur, terdapat lapisan basah yang kemudian mengering dengan cepat, lapisan ini melindungi telur dari paparan bakteri juga. Btw, jangan menyimpan telur terlalu lama ya. Prinsipnya sih semakin cepat dikonsumsi, semakin bagus.Untuk pemanfaatan di dapur, khususnya pembuatan cake ataupun kue, gunakan telur segar yang belum masuk kulkas. Kalaupun sudah masuk kulkas, keluarkan, angin-anginkan hingga mencapai suhu ruangan, baru gunakan.
Tips merebus telur: Untuk merebus telur, gunakan api sedang. Cuci telur sebelum direbus. Masukkan ke air yang sudah hangat. Gunakan air yang cukup agar telur bisa diaduk dan digiyang pada awal perebusan. Manfaatnya agar kuning telur tetap di tengah saat matang, dan ketika dikupas kulitnya kuning telur tak mudah ‘unjuk gigi’ akibat tipisnya putih telur yang menyelimutinya.




III.             PELAKSANAAN PRAKTIKUM
A.    Tempat dan Waktu
Praktikum ini dilaksanakan pada hari jum’at tanggal 24 Oktober 2008 pukul 13.00 sampai dengan selesai Di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya
B.    Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain 1) garam 2) telur ayam ras yang masih baru 5 butir 3) telur ayam ras yang lama 5 butir 4) telur ayam bukan ras yang masih baru 5 butir  5) telur ayam bukan ras yang lama 6) telur bebek yang masih baru 7) telur bebek yang lama
Alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain 1) beker gelas 2) cawan petri 3) mikrometer skrup 4) neraca analitik 5) penggaris 6) spidol  7) spatula 8) timbangan  
C.    Cara Kerja
Fisik telur
  1. Telur ditimbang
  2. Telur diukur diameter panjang dan pendeknya
Ketebalan cangkang
1.      Telur dipecah, dibuang isinya dan dicuci dengan air bersih
2.      Ketebalan cangkang diukur dengan micrometer skrup
Diameter kantung udara
1.      Telur dicuci dan dikeringkan
2.      Telur dimasukkan kedalam candle light dalam posisi berdiri (pastikan bagian kantng udara dibagian atas)
3.      Kantung udara digambat dengan spidol, kemudian diukur diameternya
Specific gravity
1.      Telur dicuci dan dikeringkan
2.      Buat larutan garam dalam berbagai konsentrasi
  1. Telur dimasukkan kedalam larutan tersebut, dan amati posisinya tenggelam, melayang atau mengapung
Pemeriksaan isi telur
Telur utuh ditimbang, kemdian dipecahkan dan seluruh isinya diletakkan dengan hati-hati diatas cawan petri besar.
a.      Pemeriksaan subyektif
Pengamatan ditunjukkan terhadap kondisi putih telur tebal dan kuning telur (kebersihan, kejernihan, warna dan ketegangan). Keseluruhan isi telur digambar
b.      Pemeriksaan obyektif
Kuning telur dipisahkan dari putih telur dengan hati-hati. Kuning telur diletakkan diatas dan dilakukan pengukuran terhadap tinggi dan diameternya. Indeks kuning telur dan nilai Z dihitung dengan rumus berikut S:
Indeks kuning telur =     tinggi kuning telur
                                     Diameter kuning telur
Nilai Z                     =    10 x tinggi kuning telur
                                         3 x berat telur utuh
D.    Perhitungan
Indeks kuning telur =     tinggi kuning telur
                               Diameter kuning telur
                          =    0,9 cm
                                  4 cm
                          =   0,225
Nilai Z                     =    10 x tinggi kuning telur
                            3 x berat telur utuh
                                =      10 x 0,9 cm
                                         3 x 70 cm
                                =     0,482


IV.  PEMBAHASAN
A.       Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Tabel  pengamatan fisik telur 
No
Jenis telur
Berat Telur (gr)
Diameter panjang (cm)
Diameter lebar (cm)
Tebal cangkang (mm)
Kantung udara (cm)
1
Telur ayam ras yang masih baru
70
6,2
4,1
5
6

Tabel 2. Tabel specific grafity
No
Jenis telur
Larutan
1
         2
3
4
5
1
Telur ayam ras yang masih baru
Teng
gelam
Teng
gelam
Mela
yang
Meng
apung
Meng
apung

Tabel 3. Tabel pemeriksaan subyektif
No
Jenis telur
kebersihan
kejerniahan
warna
1
Telur ayam ras yang masih baru
Bersih
Jernih, ada lender
kuning

Table 4. tabel pemeriksaan obyektif
No
Jenis telur
Indeks kuning telur
Nilai Z
1
Telur ayam ras yang masih baru
0,225
0,482

B.  Pembahasan
Praktikum ketiga dari mata kuliah pengantar bahan ini membahas tentang telur. Telur merupakan sumber protein hewani yang baik, murah dan mudah didapat. Di tilik dari nilai gizinya, sumber protein telur juga mudah diserap tubuh, baik untuk konsumsi anak-anak hingga lansia. Setiap 100 g telur mengandung 12-13 g protein. Selain protein, beragam vitamin, lemak dan mineral esensial juga terkandung di dalam telur (sutomo, 2007).  Dari pengertian diatas diketahui bahwa telur merupakan sumber yang penting bagi tubuh. Untuk itu, diperlukan ketelitian yang bagus dalam memilih telur agar ketika kita mengkonsumsi telur kita akan mendapatkan apa yang diinginkan.
Berbagai jenis telur yang dipraktekkan dari praktikum ini bermacam-macam yang terdiri dari telur ayam dan telur bebek. Kelompok pertama membawa telur ayam ras yang masih baru. Berat telur ini adalah 70 gram. Sedangkan berat telur ayam ras yang sudah lama sebesar 59,6 gram. Perbandingan berat telur ini sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa Telur mentah yang dibiarkan pada waktu terbuka dalam waktu yang cukup lama akan mengalami perubahan seperti Kehilangan atau penyusutan berat karena terjadi penguapan air dan gas CO2 dari isi telur (Syarief et al, 1988).
Diameter panjang telur sebesar 6,2 cm lebih besar dari panjang telur ayam ras yang sudah lama. Perbedaan ini disebabkan karena pembelian yang berbeda pada berbagai toko dan perbedaan produksi dari induknya. Diameter lebar telur sebesar 4,1 cm. Panjang  diameter ini pun berbeda dengan telur ayam ras yang masih baru. Tebal cangkang telur ayam ras yang masih baru sebesar 0,5 mm. Tebalnya pun berbeda dengan telur ayam ras yang masih lama.
Kantung udara pada telur ayam ras yang masih baru sebesar 1,88 cm. Panjang kantung udara ini juga berbeda dengan kantung udara yang terdapat pada telur yang masih lama yaitu lebih kecil. Pembesaran kantong udara ini juga berkaitan teori yang mengatakan bahwa Telur mentah yang dibiarkan pada waktu terbuka dalam waktu yang cukup lama akan mengalami perubahan seperti Pembesaran kantong udara karena terjadi penguapan air dan gas CO2 dari isi telur (Syarief et al, 1988).
Specific grafity pada telur ayam ras yang masih baru adalah sebagai berikut semakin banyak kandungan garam yang terdapat didalam air yang akan dimasukkan telur kedalamnya, maka semakin ringan telur tersebut. Hal ini terbukti dengan hasil praktikum yang telah dilakukan yaitu pada larutan pertama telur masih tenggelam, larutan kedua yaitu tenggelam, pada larutan ketiga telur sudah melayang, pada larutan keempat telur berangsur mengapung dan pada larutan yang kelima telur semakin mengapung yaitu sudah sampai pada permukaan airnya.
Secara subyektif, telur ayam ras yang masih baru memiliki keadaan yang masih bagus yaitu kebersihannya bagus, kejernihannya bagus yaitu jernih ada lendir, warna kuningnya pun bagus yaitu kuning yang jernih. Sifat subyektif dari telur ini berbeda jauh dengan telur ayam ras yang sudah lama baik itu kebersihan, kejernihan dan warnanya.
Secara obyektif telur ayam ras yang masih baru ini memiliki indek yang lebih kecil dari telur ayam yang sudah lama. Hal ini disebabkan karena kuning telur dari telur yang masih baru itu belum melebar. Sedangkan nilai Z dari telur ayam ras yang masih baru ini lebih besar dari telur ayam ras yang sudah lama. Hal ini disebabkan karena berat telur yang masih baru kebih berat dari berat telur yang sudah lama.
V.           KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum Sifat Biologi dan Fisilogi  yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1.      Telur  ayam yang masih baru beratnya lebih besar dari telur ayam yang sudah lama
2.      Telur ayam jika dicelupkan kedalam air garam, semakin pekat konsentrasi garam tersebut, maka telurnya semakin melayang atau semakin ringan
3.      Telur ayam yang masih baru lebih bersih isinya dengan telur ayam yang sudah lama
4.      Telur ayam yang masih baru lebih jernih dari telur ayam yang sudah lama
5.      Indeks kuning telur ayam yang masih baru lebih kecil dari indek kuning telur yang masih lama.
6.      Nilai Z dari telur yang masih baru lebih kecil dari telur yang sudah lama

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2007. Tips Mengolah Telur. (online) (http://www.google.com. Diakses 27-10-2007)

Anonim, 2008. Kegunaan Telur. (online) (http://www.wikipedia.com. Diakses 27-10-2008)

Astawan, Made. 2008. Telur Asin, Aman dan Penuh Gizi. (online) (http://www.google.com. Diakses 27-10-2008)

Mlandhing, 2008. Telur. (online) (http://www.google.com. Diakses 27-10-2008)

Syarief, rizal dan I. Aniez. 1988. Pengetahuan Bahan Untuk Industri Pertanian. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar